Buddhist
KTP

Dharma, Identitas, dan Salah Paham di Indonesia

Hormat kepada guru → pengkultusan.
Patung → berhala.
Meditasi → klenik.
Yoga → infiltrasi agama lain.
Keluwesan rohani → ketidakjelasan.

Masalahnya bukan pada praktiknya — tapi pada kamusnya.

Banyak hal yang selama ini dianggap aneh, kabur, atau salah — sebenarnya hanya belum dibaca dengan jujur. — Buddhist KTP, Pengantar
39Bab
290Halaman
6Fase Perjalanan

Bukan tentang agama.
Tentang cara membaca agama.

Publik Indonesia telah lama dibentuk oleh satu template tentang seperti apa "agama" itu seharusnya: satu Tuhan personal, satu kitab suci tunggal, dan satu sistem iman yang tegas.

Ketika Dharma — yang merupakan jalur latihan, transmisi, dan pembentukan batin — dibaca dengan kacamata itu, yang muncul bukanlah pemahaman, melainkan serangkaian salah paham yang diwariskan turun-temurun.

Baca Lebih Lanjut
I

Luka & Kamus yang Salah

Bab 0–3. Titik berangkat administratif. Masalahnya semantis.

II

Membangun Benteng Batin

Bab 4–17. Fondasi sebelum menghadap dunia luar.

III

Badai Pluralisme

Bab 18–22. Bhinneka Tunggal Ika bukan klise.

IV

Realitas Tubuh & Sosial

Bab 23–29. Bagaimana pluralisme terasa di hidup nyata.

V

Kosmis & Mikroskopis

Bab 30–35. Teknologi perhatian yang disalahpahami.

VI

Kembali kepada Kasih

Bab 36–38. Berakhir dengan berkat, bukan kemenangan.

Dony Sinanda Putra

SE · MM MSc Psychology (cand.) AAAIK · AIIS · QCRO ANZIIF Fellow CIP

Mantan karyawan senior asuransi umum dengan karier lebih dari 20 tahun di industri asuransi, salah satu dari sedikit sekali profesional yang menyandang gelar ANZIIF (Fellow) CIP di Indonesia, dan kandidat MSc Psikologi di Liverpool John Moores University.

Profil Lengkap

Baca dengan kamus
yang tepat.

Hubungi Penulis