Dharma, Identitas, dan Salah Paham di Indonesia
Hormat kepada guru → pengkultusan.
Patung → berhala.
Meditasi → klenik.
Yoga → infiltrasi agama lain.
Keluwesan rohani → ketidakjelasan.
Masalahnya bukan pada praktiknya — tapi pada kamusnya.
Banyak hal yang selama ini dianggap aneh, kabur, atau salah — sebenarnya hanya belum dibaca dengan jujur. — Buddhist KTP, Pengantar
Publik Indonesia telah lama dibentuk oleh satu template tentang seperti apa "agama" itu seharusnya: satu Tuhan personal, satu kitab suci tunggal, dan satu sistem iman yang tegas.
Ketika Dharma — yang merupakan jalur latihan, transmisi, dan pembentukan batin — dibaca dengan kacamata itu, yang muncul bukanlah pemahaman, melainkan serangkaian salah paham yang diwariskan turun-temurun.
Baca Lebih LanjutBab 0–3. Titik berangkat administratif. Masalahnya semantis.
Bab 4–17. Fondasi sebelum menghadap dunia luar.
Bab 18–22. Bhinneka Tunggal Ika bukan klise.
Bab 23–29. Bagaimana pluralisme terasa di hidup nyata.
Bab 30–35. Teknologi perhatian yang disalahpahami.
Bab 36–38. Berakhir dengan berkat, bukan kemenangan.